Realita Kiai dan Bank ~ Jadwal Pengajian, Info Pengajian Terbaru, Ahlussunah Wal Jama'ah

Rabu, 26 Maret 2014

Realita Kiai dan Bank



"Kyai Ali opo ora koyo bank?!
Santri wae kentean duit, utang Kyai?!" (Gus Mus).

Diceritakan dahulu di Ponpes Krapyak, DI. Yogyakarta ada di beberapa sudutnya dipasang loudspeaker. Sehingga, tatkala santri-santri berbicara atau bercakap-cakap, Mbah Ali pun bisa mendengar semua omongan santrinya tersebut. Dan sebaliknya, jika Mbah Ali berbicara sesuatu, maka santri-santri pun bisa mendengar apa yang tengah dibicarakan Mbah Ali.

Dengan demikian, Mbah Ali mengerti semua apa aktivitas santri-santrinya. Adapun, bagi santri-santri yang sungkan dengan Mbah Ali, hal itu (adanya loudspeaker) memudahkan Si Santri untuk berkomunikasi secara langsung dengan Mbah Ali. Nah, suatu ketika disaat loudspeaker tersebut sedang aktif. Ada salah satu santri mendekati loudspeaker tersebut, lalu berkata:

"Ya Alloh, wayae skaten ngene ra nduwe duit?!", kata santri tadi.
"Hust, hayo sopo iku?!" tanya Mbah Ali.

Singkat cerita, santri tadi itu lalu dipanggil Mbah Ali dan dipinjamkan duit untuk "skatenan." [Masya Alloh]. Diceritakan pula, bahwa segala barang-barang kepunyaan Mbah Ali itu sudah di halalkan semua?! Tetapi, kalau itu tidak ketahuan?! [Dihalalno nek ora konangan]. Bagi saya, ini unik sekali. Kalau ada santri yang ketahuan mengambil barang-barang kepunyaan Mbah Ali, justru beliau denda itu santri. Kalau tidak ketahuan, malahan beliau sudah halalkan semua apa yang santrinya telah ambil tersebut.

"Kyai-kyai sing sangat manusiawi sekali. Ngerti menungso, menungsakno menungso?!" (Oleh Gus Mus, Majelis Haul KH. Ali Maksum ke-25 Krapyak, DI. Yogyakarta).

0 komentar:

Posting Komentar